Tarif Baru Trump Diberlakukan, 10% Impor Kena di Titik Masuk AS
Suka
Komentar

Tarif Baru Trump Diberlakukan, 10% Impor Kena di Titik Masuk AS

Tarif yang diumumkan Trump pada Rabu mengguncang pasar saham global, menyapu bersih sekitar USD5 triliun dari nilai perusahaan-perusahaan S&P 500 hingga penutupan Jumat sebuah penurunan dua hari yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Gejolak pasar membuat harga minyak dan komoditas turun tajam, sementara investor buru-buru mengamankan dana mereka ke obligasi pemerintah. Di sisi lain, ekonom memperingatkan bahwa tarif berisiko menekan pertumbuhan dan memanaskan inflasi.

Dalam forum Brookings Institution pada Kamis, Kelly Ann Shaw pengacara perdagangan di Hogan Lovells dan mantan penasihat perdagangan Gedung Putih di era pertama Trump memperkirakan bahwa tarif akan bergeser seiring waktu, sejalan dengan upaya negara-negara untuk menegosiasikan pemangkasan tarif.

"Ini adalah aksi perdagangan terbesar dalam hidup kita," katanya. "Ini sangat besar. Ini adalah perubahan yang cukup besar dan signifikan dalam cara kita berdagang dengan setiap negara di bumi." Di sisi lain, Trump menulis di platform Truth Social miliknya bahwa, "Kebijakannya tidak akan pernah berubah."

Meski begitu, tarif terbaru ini memiliki pengecualian penting. Kebijakan tersebut tidak mencakup tarif 25% yang sebelumnya sudah dikenakan pada impor baja, aluminium, dan mobil.

Tembaga, produk farmasi, semikonduktor, serta kayu turut dikecualikan sementara, bersama dengan “mineral penting tertentu” dan produk energi, menurut pernyataan Gedung Putih. Meski demikian, Trump telah memerintahkan penyelidikan terhadap tembaga dan kayu yang bisa segera berujung pada penerapan tarif tambahan.

Tulis Komentar

0 Komentar