Perjanjian Saragosa 1529 Pembagian Nusantara antara Spanyol dan Portugis
Perjanjian Saragosa (Zaragoza) tahun 1529 merupakan kelanjutan dari Perjanjian Tordesillas (1494), di mana dua kekuatan maritim terbesar Eropa saat itu, Spanyol dan Portugis, membagi dunia menjadi dua wilayah pengaruh. Fokus utama dari kedua perjanjian ini adalah mencegah konflik antara Spanyol dan Portugis saat mereka memperluas kekuasaan melalui eksplorasi dan kolonialisasi. Namun, dalam konteks Nusantara, Perjanjian Saragosa menjadi penentu penting dalam sejarah perebutan rempah-rempah. Persaingan kedua negara akhirnya menghasilkan pemisahan wilayah kekuasaan kolonial di Asia, termasuk Kepulauan Maluku, yang menjadi pusat perhatian karena kekayaan cengkih dan pala.
Latar Belakang Perjanjian Saragosa
Pada abad ke-15 dan 16, Portugis dan Spanyol sama-sama berlomba menemukan jalur laut baru ke Asia untuk mencari komoditas berharga seperti rempah-rempah. Setelah Christopher Columbus menemukan benua Amerika pada tahun 1492, Portugis dan Spanyol segera bersaing untuk mengklaim wilayah-wilayah baru di luar Eropa. Perjanjian Tordesillas (1494) menetapkan garis demarkasi yang membagi dunia menjadi dua. Di sebelah barat garis itu menjadi wilayah kekuasaan Spanyol, sedangkan di timur milik Portugis. Namun, ketika eksplorasi di wilayah Asia Tenggara berlangsung, khususnya di Maluku, muncul sengketa baru karena kedua kekuatan itu bertemu di wilayah yang sama.
Pada tahun 1521, Ferdinand Magellan, seorang pelaut yang bekerja untuk Spanyol, berhasil mencapai Filipina dan Maluku setelah mengarungi Samudra Pasifik. Hal ini menimbulkan ketegangan dengan Portugis yang telah lebih dulu mendirikan pos perdagangan dan benteng di Maluku, khususnya di Ternate dan Tidore. Kedua kekuatan ini mengklaim Maluku sebagai bagian dari wilayah mereka, sehingga perselisihan menjadi tak terhindarkan.
Isi Perjanjian Saragosa
Perjanjian Saragosa ditandatangani pada 22 April 1529 di kota Zaragoza, Spanyol. Dalam perjanjian ini, Portugis dan Spanyol sepakat menetapkan garis demarkasi baru yang memisahkan kekuasaan mereka di wilayah Asia dan Pasifik. Beberapa poin penting dalam perjanjian tersebut antara lain:
a. Wilayah Maluku menjadi bagian kekuasaan Portugis. Spanyol setuju untuk menghentikan klaim mereka atas kepulauan tersebut.
b. Spanyol mendapatkan kompensasi sebesar 350.000 dukat dari Portugis sebagai ganti atas penarikan diri dari Maluku.
Tulis Komentar
Anda harus login dulu untuk menulis komentar.