Perempuan Jadi Sorotan, BKSAP Dorong Peran Aktif di Panggung Pembangunan Dunia
"Puluhan ribu meninggal dunia, dan jutaan lainnya menderita dan membutuhkan bantuan kemanusiaan. Sayangnya, jumlah ini diperkirakan lebih besar daripada yang dilaporkan," sebut Irine.
"Perempuan-perempuan ini bukan hanya angka yang bisa dihitung oleh statistik. Mereka adalah Ibu, istri, kakak perempuan, anak perempuan, tulang punggung keluarga, dan pemimpin di masyarakat. Mereka kehilangan segalanya," imbuh Legislator PDIP itu
Melihat besarnya penderitaan yang dialami perempuan dalam situasi perang, Irine menekankan pentingnya peningkatan peran mereka dalam proses negosiasi perdamaian dan pembangunan. Ia menilai, perempuan seharusnya diberi ruang sebagai aktor utama sekaligus motor penggerak perdamaian.
"Di banyak negara, perempuan menjadi motor penggerak dalam program pemulihan pasca perang untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan masyarakat," jelas Irine.
"Karena itu, Indonesia perlu menyerukan optimalisasi peran perempuan dalam proses perdamaian dan pembangunan," lanjutnya.
Delegasi DPR RI yang mewakili Indonesia memanfaatkan forum ini untuk mengusulkan amandemen terhadap resolusi yang dibahas. “(Yang isinya) bahwa dalam setiap proses resolusi konflik, pemulihan pascaperang, dan pembangunan masyarakat, perempuan harus terlibat dalam pengambilan kebijakan dan implementasinya,” ujar Irine.
Tulis Komentar
Anda harus login dulu untuk menulis komentar.